Rabu, 23 September 2020

Belajar dari Rumah karena Pandemi Corona


Pandemi Corona Virus Disease 2019  (Covid 19) memang melumpuhkan setiap sektor kehidupan, diantaranya adalah pendidikan, namun pendidikan kita tidak boleh lumpuh. Proses Belajar dan pembelajaran harus tetap berjalan, dan salah satu solusi yang di tawarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah dengan Belajar dari Rumah (BDR) dan salah satu pendekatan yang banyak di gunakan oleh satuan pendidikan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan/online (Daring) yang menggunakan gadget atau laptop serta akses internet.

Permasalahan yang muncul di kalangan orang tua dan masyarakat dalam hal ini banyak orang tua yang keberatan terutama bagi kalangan  kebawah dimana mereka masih banyak yang tidak memiliki gadget ataupun laptop, belum berhenti disana saja masalahnya kuota juga menjadi perdebatan yang sengit dikalangan orang tua peserta didik dan masyarakat.  

Hal ini yang menjadi titik pertama kita selaku pelaku pendidikan dalam menentukan pembelajaran yang akan di gunakan di sekolah dengan melihat berbagai fasilitas pendukung diantaranya Fasilitas Belajar Siswa, tersebutlah yang akan menentukan arah kebijakan pada satuan pendidikan tidak bisa memaksakan hanya dengan satu pendekatan daring saja yang pada prinsipnya harus menggunakan gadgat atau leptop serta jaringan internet dan ini sangat membebani bagi orang tua peserta didik yang berada dalam kalangan kebawah.

Gambar yang terbentuk dikalangan orang tua peserta didik dan masyarakat PJJ hanyalah Daring, padahal ada alternatif lain yakin Luring yang tidak memerlukan gadgat atau laptop serta jaringan, dimana dalam pendekatan Luring peserta didik bisa belajar menggunakan Radio, Televisi, Modul Belajar Mandiri dan Lembar Kerja, dan alat peraga yang terdapat di lingkungan rumah. ini merupakan jawaban terbaik dalam “kegalauan” orang tua peserta didik maupun masyarakat.

Secara teknis pendekatan luring tidak terlalu membebani orang tua peserta didik yang harus mempunyai/membeli Bu gadgat atau lapotop, bisa memanfaat sarana yang ada baik itu di lingkungan rumah atau lingkungan sekitar dengan penyelarasan modul pembelajaran dari Guru.

Bukan sampai situ saja sekarang banyak anak yang mengeluh akibat terlalu banyak tugas yang di berikan oleh guru. Yg biasanya di sekolah cuman 1 soal sekarang semua soal hrus di kerjakan. Dan banyak anak yang susah memahami pelajaran dari gurunya, karena tidak semua guru mau menjelaskan pelajaran. 

Tetapi tidak semuanya terasa duka, ada anak yang merasa senang sekolah dengan metode Daring, karena bisa belajar sambil makan, bisa ngerjain soal sambil istirahat yang biasanya istirahat 2 kli sekarang istirahat bisa kapan saja.sekian pendapat saya tentang belajar dari rumah akibat dampak dari Pandemi Corona.

Tetap menjaga Kebersihan, Kesehatan,dan tetap berada dirumah(STAY AT HOME).JANGAN KELUAR RUMAH KALAU TIDAK BERKEPENTINGAN.

How To Make Fried Rice

Fried rice is a typical Indonesian food that comes from fried rice and topped with delicious herbs and spices. The ingredients are a plate o...